6 Agustus pagi. Sepagi itu menerima kepastian yang cukup lama ku tunggu namun tidak dengan harapan yang berlebihan, setelah itu seketika redup di pandangan.
Teringat jelas, 1 tahun yang lali, pada wkt itu seorang oknum direktur meminta sejumlah uang agar urusan saya lancar dan cepat selesai, namun saya menolak.
Dengan kekuasaan penuhnya atas kursi kekuasaan yg sedang dia duduki, leluasa sekali dirinya mengomentari dan bahkan menghina secara pribadi saya atas keputusan yang saya ambil.
Setelah beberapa urusan saya selasai dengan lancar dan baik, tak disangka dirinya masih menjadikan saya bahan incaran untuk "dimusnahkan".
Merusak nama baik dan citra diri merupakan tahapan rencana yg dia rancang kemudian hari. Mulai dari menghalangi saya untuk mengabdi dengan berbagai alasan, sampai ejekan "pintar aja enggak" dan fitnah zina yang keji sempat terdengar dari relasi2 saya yg penuh kasih.
Rapat sekali cerita ini ku simpan. Hanya beberapa dari mereka yang mengetahui. Dan mereka dengan berat hati menerima permintaanku agar tidak diceritakan kembali ke mereka yang perlu tau tentang realita.
Kendatipun kabar baik masih Tuhan simpan untuk diri ini yang sarat akan kekurangan. Dia terlalu sayang agar diri ini semakin kuat dan menjadi pribadi yang penuh syukur.
Saya Yeri Resika, akan kembali.