Senin, 12 Juni 2017

Ini tentang kepercayaan!

Seperti biasa, ketika hujan turun halaman di depan kostan 3 pintu itu banyak berserakan dedaunan yg berasal dari dua pohon jambu air. Di saat waktu senggangnya, sang pemilik kost2an selalu meluangkan waktu untuk membersihkan halaman tersebut.

Di suatu pagi di Bulan Ramadhan, seperti biasa aktivitas pagi yaitu bersih-bersih ruangan kostan yg tak begitu luas. Mengeluarkan motor dan memarkirkannya di teras. Stelah itu mulailah dengan menyapu ruangan dan mengepel.

Semalaman hujan turun begitu derasnya, padahal puasa tahun ini diawali dengan cuaca yg panas dengan pancaran sinar mentari yg sangat terik. Aku berdiri di teras depan kostan seraya memperhatikan lingkungam di sekelilingku. Alangkah terkejutnya diri ini ketika salah 1 tanaman cabai di halaman kostan di cabut dan di patahkan menjadi beberapa bagian dan di letakkan di onggokan dedaunan jambu yang sudah mengering. Perasaan kesal dan marah, dan terlintas tanya dalam pikiran siapa yang melakukan ini.

Beberapa bulan yang lalu pemilik kostan ini menanam beberapa tanaman agar halaman tidak terkesan gersang. Bapak dan ibu begitu kami memanggil pemilik kostan ini, menanam singkong dan juga menyemai benih cabai rawit. Berhubung sebagian halaman merupakan tanah hasil timbunan dengan marterial pasir dan limbah batubata dari bangunan lama, jadi pertumbuhan tanaman cabai ada beberapa yg tidak berkembang dengan baik. Hanya ada 2 tanaman yg tumbuh tinggi dan berdaun lebat namun hanya 1 pohonlah yg menunjukkan tanda-tanda perkembangan yang signifikan yaitu sudah bebuah cabai kecil berwarna hijau.

Muncul kejanggalan dalam pikiran, mengapa 2 pohon cabai yg subur dan berdekatan itu memiliki nasib yg berbeda. Saya mulai memperhatikan dengan seksama. Dan saya menemukan alasan yang kuat yang mungkin membuat 1 pohon itu tidak kunjung berbuah. Diatas pohon tersebut terdapat tali jemuran yg biasa di pakai untuk menjemur pakaian penghuni kostan. Mungkin saja, perkembangan tanaman tersebut terhambat dikarenakan terkena air yang berasal dari jemuran, air yg masih mengandung sabun dan bahan-bahan kimia lainnya.

Terlintas di pikiran untuk memindahkan tanaman tersebut ke tempat yang memungkinkan dia berkembang. Pada kesempatan lain, saya pun lsg memindahkan tanaman cabai tersebut dengan menggali tanaman sampai ke akar-akarnya. Stelah itu saya setiap hari menyiram tanaman tersebut dengan harapan agar dia dapat berkembang lebih baik. Namun, 1 hari setelah dipindahkan, dedaunan tanaman tersebut layu dan gugur dan hanya menyisakan 3 helai daun kecil di ujung salah 1 ranting. Hati ini masih dengan harapan yg sama untuk perkembangan tanaman ini. Berhari-hari selalu dinanti dan dijaga dengan penuh kesabaran, dan sampailah pada suatu saat tanaman itu aku temukan sudah tidak tertancap lg di tanah.

Melihat kenyataan tersebut hati ini mencoba menahan diri untuk tidak bersu'udzon, untuk tidak menyalahkan siapapun. Aku coba mengambil bagian-bagian dari pohon cabai tersebut. Sedih melihatnya dengan keadaan yg mengenaskan. Nampak sekali dari patahan-patahan bagian dalam batang yang masih segar dan berwarna hijau, walau tiada daun yg menempel dan ranting mulai mengering.

Saya mulai mengumpulkan serpihan-serpihan harapan yg berserakan. Serta mengambil bagian batang cabai yg satu ruas dengan akar. Masih berharap Allah memberikan kami kesempatan untuk membuktikan kepada jiwa-jiwa yg miskin akan kepercayaan. Di tempat yang sedikit tersembunyi, saya mulai menanam pohon cabai tersebut. Tak lupa saya siram tanaman tersebut agar selalu segar di tengah teriknya cahaya mentari. Sesekali pemilik kostan mebersihkan halaman dan melirik pohon cabai tersebut.

Hari berganti hari, belum jua terlihat tanda-tanda kehidupan pada batang pohon cabai tersebut. Diri ini mulai cemas, khawatir jikalau nanti kejadian tersebut terulang kembali. Dengan tanpa kompromi entah siapa orangnya, dengan seenaknya mencabut tanaman yg mereka anggap tak berguna. Yang saya maksud jiwa yg miskin kepercayaan.

Seperti biasa, di suatu pagi saya melakukan rutinitas bersih-bersih ruangan kostan dan menjemur pakaian di bawah pohon jambu. Skilas saya memperhatikan pohon cabai dari kejauhan. Yang pada saat itu membuat saya terdiam dan terharu. Seakan tidak percaya lalu saya mulai mendekati batang pohon cabai yg polos dan tiada satupun ranting dan daun yg sudah 1 minggu saya tanam kembali. Masya Allah... saya berdecak kagum atas kuasa Sang Maha Memberi Kehidupan. Dari batang yang polos itu mulai bermunculan dedaunan dari berbagai titik yg terdapat di pohon tersebut.

Sempat saya meneteskan air mata. Mengucap syukur yang tiada hentinya. Selayaknya harapan yang saya tanamkan pada diri ini, pada manusia2 terkasih di sekeliling saya, saya sangat bangga dengan pertumbuhan tanaman tersebut.
Harapan yang saya tanam kan selama ini perlahan memberikan jawaban. Harapan yang bersama kepercayaan yang penuh yang saya tanam bersamaan batang pohon cabai yang di sia-siakan oleh jiwa yg miskin kepercayaan. Ini bukan tentang daun tanaman yg berguguran atau ranting yg kekeringan bukan juga tentang pohon cabai yang di pindah tanamkan. Ini tentang kepercayaan.

Taktik Berbuka Puasa

Jalan bareng sahabat memang slalu menemukan inspirasi dan pengalaman yang tak terlupakan. Seperti sahabat saya yg satu ini bernama Atika Susanti. Bersama saya Yeri Resika, saya akan berbagi cerita tentang pengalaman kami.

Kebetulan puasa tahun ini bertepatan dengan hari libur perkuliahan. Atika yg berkuliah di jogja berencana menyambangi kediaman saya di Palembang. Di minggu pertama puasa terbanglah dia kesini (Palembang).

Memang yang namanya jarang berjumpa, pasti agenda liburan gk jauh2 dari hang out bareng hampir tiap hari. Selama hampir 1 minggu atika menghabiskan puasanya di kota pempek ini.

Di suatu pagi, mama saya minta tolong kepada saya untuk membelikan taplak meja di sebuah mall yg ada di palembang. Wah... kebetulan banget, di hari itu saya dan atika mau jalan2 ke mall. Kita berangkat di siang hari selepas solat zuhur.

Dengan menggunakan motor matic kesayangan, kami menelusuri jalan padat di kota palembang. Setiap hari memang selalu begini, macet, terlebih semenjak ada pembangunan infrastruktur menjelang Asian Games 2018.

Sesampai di mall yaitu Palembang Square (PS) kami langsung mencari apa yang di amanatkan oleh mama saya. Ternyata tidak sesulit dan selama apa yg kami bayangkan. Waktu masih menunjukkan pukul 14.30.

Y: "Jam berbuka masih lama nih, sist?"
A: "iya nih, 3,5 jam lagi."
Y: "hmm... kalau kita nonton film aja gimana?"
A: "ide bagus tuh. Dari pada keliling gak jelas, sembari kita nunggu buka puasa?"
Y: "kita jadikan berbuka di *#%÷/&* (resto makanan itali terkenal)?"
A: "jadi dong!"

Dan kebetulan di mall tersebut tidak ada outlet resto yg dimaksud. Jadi kami mulai menyusun strategi demi terwujudnya hasrat ingin berbuka di tmpt yg kami mau.

Y: "kan di mall ini gk ada resto yg kita tuju, gimana klw habis dr nonton kita beli minuman buat kita berbuka puasa sementara. Abis itu kita sholat ashar dan sekaligus nunggu waktu magrib tiba? Kira2 kamu bisa tahan gk soalnya kan resto *#%/÷ ada di mall Palembang Icon (PI) skitar 500meter dari mall ini mgkn skitar stengah jam lah?
A: "ya ampun sist, puasa 1 hari aja aku tahan apa lg cuma nunggu stengah jam."
Y: "iya juga ya??!" (Ketawa bareng)

Setelah berunding kami pun sampai di tempat antrian pembelian tiket. Kami nonton film bajak laut yang di mulai pukul 15.15. Film pun usai pada pukul 17.05. Kami pun langsung menuju mushola dan sebelumnya kami tak lupa membeli bekal untuk berbuka puasa.

Setelah berbuka puasa kami langsung menuju mall PI dengan keadaan perut mulai kelaparan soalnya memang baru di isi air minum rasa manis saja. Sesampai di PI kami pun langsung menuju resto. Sesuai prediksi tempat makan slalu di penuhi oleh pengunjung terutama yg untuk berbuka puasa, termasuk resto tujuan kami, sampe waiting list.

Kami memang sengaja datang di waktu pengunjung berbuka sudah mulai menghabiskan santapannya dan pulang. Good job! Gk perlu lama nunggu kita langsung dapat meja. Yeay!!!

Saat mengantri pengunjung disarankan untuk langsung memesan makanan dan membayarnya agar lebih mudah untuk di data saat membooking meja. Kami memesan menu pizza terbaru ukuran personal serta spageti oriental. Untuk minuman kami memesan air mineral karena kami terlalu manis untuk memesan yg manis2. Hehe

Sembari menunggu pesanan. Saya melihat lalu lalang pegawai resto yang sibuk melayani pengunjung. Ada juga pegawai yg sedang meniup balon dan membentuk2 balon panjang menjadi pedang atau bentuk seekor binatang untuk di berikan pada anak2 kecil. Saya juga sempat melihat hidangan ta'jil untuk pengunjung yang berbuka puasa. (Sedikit menyesal kenapa tidak berbuka di resto ini saja, mgkn di lain waktu?).

Walau suasana outlet yang sangat padat oleh pengunjung, namun tetap terhibur dengan pemandangan lampu2 malam di danau yang tepat bersebelahan dengan mall. Tak menunggu lama, pesanan kami pun datang. Gak sabaran, kami pun langsung menikmati Italian meatball pizza dengan pinggiran keju mozarella yg meleleh hangat seperti hatiku yang slalu kamu sanjung stiap hari. Iya kamu... 😅

Spageti oriental dengan potongan ayam yang lembut dan super nikmat. Rasanya gk nyesel makan di resto ini terlebih setelah perjuangan seharian berpuasa. Alhamdulillah... terimakasi atas makan malam yang berkesan bersama sahabatku tercinta. ❤

Jumat, 14 April 2017

Plesiran tahun baru neng jogja

assalamualaikum..
kembali lagi dengan saya yang super krik krik. heheh
kali ini saya akan menyuguhkan sedikit pengalaman saya pada saat liburan ke jogja.
langsung saja ya...
kebetulan pada ksempatan itu saya mengambil jadwal ke jogja pada saat akhir tahun. bisa di bayangin dong ya betapa melambungnya biaya tranportasi di negeri kita ini. pada saat itu saya memakai transportasi burung besi alias pesawat. pemesanan tiket sekitar 1 minggu sebelum tahun baru ambil penerbangan tanggal 31 desember 2016 jam 4 sore. harga tiket pada saat itu sekitar 900 ribu-1.3 juta. padahal kalau hari-hari biasa (bukan hari libur) biaya tiket kelas ekonomi (langsung) berkisar 550ribu-750ribu.

untuk lokasi wisata, pada hari ke dua yang tepatnya pada tanggal 1 januari 2017, saya dan teman saya pergi berkunjung ke Cadi Borobudurdi Kabupaten Magelang.diborobudur kami menggunakan sepeda motor, dengan lama waktu tempuh sekitar 1-1.5 jam dari kota jogja. dengan modal nekat dan google map, kami dengan penuh semangat dan percaya di berangkat menuju lokasi pada pukul 6 pagi.

untuk yang tidak memiliki moda transportasi, tidak usah pusing. karena di jogja sangat banyak tempat penyewaan motor ataupun mobil dengan tarif untuk motor berkisar 50-100 ribu perhari dan mobil 400ribu-600ribu perhari. bahkan ada juga jasa penyewaan mobil dengan paket wisata selama 1 hari dengan tarif 500-1juta rupiah tergantung lokasi mana saja tujuan wisata.

pada hari selanjutnya, kami berkunjung ke Malioboro untuk mencari oleh-oleh. sangat banyak yang bisa kami dapatkan di tempat ini. mulai dengan mencicipi nasi gudeg, berbelanja batik, pernak-pernik ukiran, kaos oblong yang bermacam-macam pilihan dan tidak lupa juga untuk berfoto-foto ria di sekitaran pedestrian Jalan Malioboro yang sangat fenomal.

haga makanan disekitaran malioboro cukup terjangkau. untuk seporsi nasi gudeg berkisar antara 15ribu-dengan 25ribu tergantung dengan pilihan lauk dan tambahan sayur. ada juga berbagai macam gorengan dengan harga 1000-2000 per buah. untuk yang ingin membeli kue bakpia, harganya berkisar dari 15ribu-25ribu perkotak dengan bermacam-macam rasa, ada original, cokelat, keju dan lain-lain.

pada hari selanjutnya kami mengunjungi daerah wisata alam Kali Biru di Kabupaten kulon Progo. dengan modal google map kami pun berangkat pada pukul 6 pagi. jarak tempuh waktu sekitar 1-1.5 jam dengan menggunakan sepeda motor. waktu yang cukup lama tidak akan terasa karena sepanjang perjalanan menuju kali biru kami di suguhi dengan pemandangan alam yang sangat indah, deretan perbukitan yang kokoh dan menyejukkan. Masya Allah...

sesampainya disana, kami harus sangat berhati-hati dalam mengendarai sepeda motor, dikarenakan lokasi yang di tuju berada di atas bukit yang mengharuskan pengunjung melewati jalan-jaln yang curam dan berkelok-kelok serta tepian jalan yang bersebelahan langsung dengan jurang.

dibutuhkan prjuangan menuju lokasi wisata yang jauh dan menanjak belum lagi kita harus berjalan kaki dari lokasi parkiran motor. namun keletihan perjalanan akan terasa nikmat setelah melihat keindahan alam pada ketinggian 450 mdpl. di Kali Biru disediakan beberapa spot foto yang pemandangannya mengarah langsung ke lembah perbukitan. dengan harga tiket 10ribu-15ribu kita sudah bisa berfoto di salah satu spot foto yang kita inginkan dan tentunya sudah di sediakan fotografer khusus dengan kamera DSLR. untuk hasil foto nanti akan si beri tari sekitar 5000/buah dalam bentuk softfile.dalam area wisata Kali Biru kita tidak usah takut kehausan dan kelaparan. banyak warung makan dan minum yang menyediakan menu soto, ayam bakar, gorengan dan aenka minuman dengan tarif 2000-20ribu.

demikianlah singkat cerita liburan saya ke jogja. saya sangat menikmati perjalanan ini. dengan kearifan budaya lokal yang masih terjaga. fasilitas umum yang terjaga, biaya hidup yang relatif lebih murah jika di bandingkan dengan kota Palembang yang membuat saya makin betah berada di kota yang berhati nyaman ini. terimakasih untuk orang tua saya atas semuanya untuk sahabat saya atika susanti yang sedang menjalani pendidikan S2 nya di UNY, terimakasih juga kepada saudara-saudara saya. alhamdulillah.

wassalamualaikum...

Selasa, 17 Januari 2017

Pengalaman Pait

Assalamualaikum... 👸

Salam kenal gaes...
Postingan pertama nih, masih amatiran, belum tau banyak tentang dunia blogger. Mohon pencerahan. Hehe

Kesempatan ini saya mau kasih pengalaman saya tentang makan. Mgkn kalau orang yg tahu ttg saya atau pernah jumpa dg saya pasti langsung bisa nebak hobi saya apa. Scara tubuh subur ini tak bisa di sembunyikan.

Smua pasti tau kan dengan yg namanya gula. Itu loh salah satu bumbu dapur yg rasanya manis. Manis sperti kisah cinta kita, saya dan kamu. Iya kamu. ❤

Semenjak remaja, klw jaman skarang mgkn bisa dibilang cabe2an ya? 😂
Iya smenjak remaja saya itu gk terlalu suka makan makanan dan minuman yg terlalu manis. Entah knapa klw makanan/minuman yg terlalu manis itu bikin eneg di mulut. Brasa ngeri sendiri, langsung kebayang t sma tukang bikin masakan/minuman nya nambahin gula brapa sekop? Eh... brpa sendok maksdnya. 😆 Brasa berdosa klw keinget itu. Ekspresi wajah sperti abis makan mangga muda yg uasyeeem. Mata berkedip2 mulut komat kamit isep2 air ludah, abis tu di semburin sperti mbah dukun... 😅

Tapi klw sudah tau rasanya kemanisan, sperti di minuman, saya lsg tambahin air putih biar rasanya brubaaaaah. Power ranger kale... 🙅

Nah... mulai tau rasa2 manis yg berlebihan, tiap saya nyeduh teh/kopi saya mulai menuangkan gula dg takaran yg sedikit. 1 gelas teh/kopi gulanya 1 sendok teh. Masih terasa pahit sbenernya tapi lebih baik ktimbang rasa yg terlalu manis. Klw wajah yg manis itu kamu bisa lyt foto pemilik blog ini. 😗

Rupanya kbiasan minum tanpa gula yg berlebihan itu bertahan lama loh gaes. Sampai saya kuliah S2 (pamer boleh ya?) 😆, gula di seduhan kopi/teh pun saya tiadakan. Apa lagi klw teman minumnya makan kue2 manis. Huhu

Terkadang saya berfikir, kbiasaan saya mengurangi gula ini sperti orang2 yg sdh divonis atw org2 yg pnya pnyakit turunan semisal diabet. Tapi gaes, awalnya malahan saya gk kpikiran klw kbiasaan ini dikarenakan untuk menjaga ksehatan, bukan gaes bukan. Malahan ini tentang selera. Pure tentang selera gaes. Tapi lama kelamaan kok ada benernya jg, saya pernah dengar kata2 petuah, "kita itu apa yang kita makan". Hematnya saya ya, wajar kali klw orang yg berlebihan makan manis2 bisa kena penyakit terkenal, kronis maksudnya. 😣

Dan pada kenyataannya, apapun yg berlebihan bisa memberi dampak yg negatif. Bisa kita ambil pelajaran yg berharga ya gaes. 😊

Udahan dlu ya gaes...
Saya mw ke pasar loak buku
Sapa tau ada yg nyantol di hati
Buku2nya y gaes bukan abang2 yg jual buku. 📚😛

Dimaafkan untuk kekurangan saya. Saya hanya wanita maskulin yg lemah yg brusaha untuk slalu setia.

Semoga bahagia. 😇


Ketika diam bukan lagi emas?

6 Agustus pagi. Sepagi itu menerima kepastian yang cukup lama ku tunggu namun tidak dengan harapan yang berlebihan, setelah itu seketika red...